Entah entah entah....
Kenapa judul posting kali ini gag jelas gitu. Aku lemah, bahkan untuk sekedar menulis apa yang aku rasakan saja aku tak mampu. Cengeng, lebay!!! Biar....!!!
Mungkin aku jahat, aku bohong. Tapi aku gag bisa mengungkapkannya di depanmu. Kau menganggapku kurang terbuka silahkan, kau bilang aku kurang free silahkan. Jujur aku merasa kesepian. Mungkin hampir setiap hari aku bergurau dengan banyak orang. Dikampus, di net atau dengan saudara di rumah akong. Tapi dari dalam aku menangis. Seakan menantikan seseorang yang hadir memelukku hangat dengan penuh kasih sayangnya. Ketika cairan-cairan merah menyeramkan dan keluar dari jalan hina itu menghantui hari-hariku, aku kangen dengan sosok dia. Satu-satunya orang yang dulu pernah melihat langsung bagaimana wujud cairan seram itu keluar tanpa beban.
Pagi itu, di wisma suci, asrama tempat kita menimba ilmu, aku lari ke kamar mandi dan mulai merasakan ada yang beda dengan tubuhku. Dan cairan seram itu keluar. Aku pun berteriak memanggilmu, karena diwisma suci itu hanya kau orang yang aku yakini bisa mengertiku dan begitu menyayangiku. Kau pun berlari cepat dan masuk dalam kamar mandi. Tak lama kemudian kau langsung keluar dan menangis setelah melihat kloset yang berwarna merah matang penuh dengan cairan merah berbau menyengat yang sangat menjijikkan. Aku hanya diam tak tahu apa yang harus aku lakukan. Setelah istinja' dan ku bersihkan semuanya aku keluar dan menghampirimu. Ku peluk erat tubuh kecilmu dan kubisikkan kata "Kak... aku gag popo og....."
Teringat pula saat ku akan pamit pulang dan memutuskan tak akan lagi hidup bersamamu dalam satu tempat, kau menangis...... Kau menginginkan tetap hidup bersama ku. Tapi aku kak yang tak sanggup melihatmu sering kurepotkan dengan segudang keluhan yang mungkin terkadang membuatmu jenuh. Aku tak mau melihatmu meneteskan air mata lagi melihatku yang sering mengalami kejadian itu dan aku selalu tak bisa untuk menutupinya.
Kau tahu sekarang??????????? Aku begitu kangen dengan kasih sayangmu kak.... Cairan seram itu datang lagi kak.... Aku kangen perhatianmu. Ku kangen pelukanmu. Karena berada dialam pelukmu rasanya aku tak butuh orang lain untuk menghilangkan kepenatan dan mengungkapkan keluh kesah. Aku kangen ketika kau bangunkan aku diwaktu sebelum subuh, kau ajak aku menghadap pada-Nya dan memohon petunjuk. Ku kangen beribadah bersama mu...... Mungkin benar kak kata-kata mantan kekasihmu dulu
" Wes to lak awakmu karo adek iso bersatu terus, ora ora lak enek seng bakal iso ngalahne awakmu karo adek. Iso iso malah awakmu karo adek wes gag butuh wong liyo cen ngerteni".
Benar ya kak... Saudara itu mempunyai magnet yang begitu kuat. Aku yakin sekarang kau merasakan apa yang aku tulis saat ini. Kita terasa begitu membutuhkan saat jarak jauh menghalangi kita.
Kak... Saat ini adhek pengeeeeeeennnnn banget di peluk kakak. Adhek bukan takut diambil Alloh. Adhek cuman takut gag bisa lagi ketemu kakak. Adhek tidak takut dikasih sakit sama Alloh. Tapi adhek takut sakit ini mengakhiri semuanya sebelum aku merasakan pelukanmu. Akhir-akhir ini aku mengalami kejadian aneh kak.... Aku takud itu pertanda....
Alloh Maha mendengar... Aku yakin Alloh mendengarku...... Isakan tangis di dalam derai tawa ceria seorang adhek yang begitu merindukan kasih sayang dan pelukan kakaknya......





Sebaik mungkin ku akan gunakan hari²ku untuk selalu untukmu. meski tak mungkin setiap hari, tapi setidaknya ku ingin gantikan posisi kaka untuk sebentar saja. sedih dan susah rasanya kalau kita harus kehilangan orang yang kita sayangi, terlebih tulus ikhlas.
BalasHapus